logo

bg-h4-whiteKolumnis

Kamis, 02 Feb 2017 | 19:00

BERBELOK DENGAN AMAN

Penulis : Jusri Pulubuhu
img1

img1

Jusripulubuhu

JAKARTA - Berbelok dengan aman ? ah itu sih mudah, kan tinggal belok aja, kanan atau kiri, cukup nyalakan lampu sein dan yang lain pasti akan mengerti. Mudah kan. Sebenarnya tidak semudah itu. Banyak yang harus di waspadai ketika biker hendak berbelok. Faktanya banyak terjadi insiden maupun kecelakaan yang terjadi di sebuah tikungan (belokan). Pengendara kerap lalai memperhatikan situasi sekitar. Sebuah persimpangan banyak menyimpan potensi bahaya karena situasinya yang memiliki banyak jalur yang berlawanan berbentuk tikungan.

Menjaga kecepatan sesuai kondisi sangat diperlukan disini apalagi dengan kondisi yang ramai kendaraan. Aplikasi berkendara atau mengemudi defensif menitikberatkan pada perlunya kewaspadaan bagi pengendara untuk mengatasi situasi di sekitarnya.

Prosedur tetap berkendara dengan aman dan berusaha untuk menjauhi bahaya adalah sebagai berikut :

1. Jika biker ingin berbelok ke kiri. Sebelumnya pastikan situasi di belakang sudah bisa di awasi melalui kaca spion. Setelah aman nyalakan lampu sein, pastikan sudah menyala 50 m jelang berbelok. Arahkan pandangan ke kanan terlebih dahulu untuk melihat situasi di arah berlawanan. Kendaraan lain kerap enggan memperlambat kecepatan. Ini menjadi nilai minus pengendara kita yang bergerak di jalan raya. Perlambat kecepatan dan berhenti jika diperlukan dan jika dirasa tidak aman. Selajuntya cek dengan menoleh cepat ke kiri untuk memastikan area blind spot sudah di cek, Bergerak belok ke kiri setelah situasi aman. Lakukan hal yang sama jika berbelok ke kanan, kecuali pada tahapan menoleh untuk mengecheck blind spot, biker diharuskan menoleh ke kanan!

2. Posisikan motor di posisi terdalam sebelum biker berbelok. Hindari berubah jalur secara tiba-tiba yang potensial menghadirkan benturan antar kendaraan.

3. Waspadai situasi sekitar tikungan akan kehadiran pejalan kaki. Biasanya di persimpangan banyak sekali pejalan kaki yang tengah berusaha menyeberang jalan. Waspadai juga daerah-daerah seperti pertokoan, sekolahan maupun gedung-gedung perkantoran yang terdapat di sekitar daerah biker berbelok.

Dalam berbagai literatur keselamatan berkendara didapati bahwa persimpangan atau juga belokan menjadi penyumbang insiden terbesar. Acap kali pengendara melupakan untuk meng-observasi keadaan sekitar. Tak heran insiden-insiden berat maupun ringan kerap terjadi.

Sebuah metoda yang cukup dikenal dan juga digunakan MSF (Motorcycle Safety Fondation) adalah metoda SIPDE, metoda ini memberikan biker pemahaman bahwa seorang pengendara motor haruslah mampu menyikapi segala bentuk keadaan di saat berkendara. Scan-Identify-Predict-Decide,-Execute adalah uraian metoda SIPDE. Sebagai biker mata harus terus bergerak mengawasi situasi di sekitar. Pun saat berbelok, amati secara seksama seluruh area di depan mata dan pastikan mengikuti langkah seperti ditulis di atas. Identifikasi kendaraan yang ber potensi bahaya. Lalu coba prediksi dengan pemikiran yang matang hingga akhirnya memutuskan perlakuan apa yang akan diambil biker.

Selain SIPDE di atas, ada istilah lain yang muncul dan cukup dikenal di dunia internasional soal Road Safety. metoda SMITH System memberikan istilah “Five Seeing Habits”. Masing-masing adalah : Aim High in Steering-Keep Your Eyes Moving-Get the Big Picture-Make Sure Others See You-Always Leave Yourself an Out. Metoda ini secara garis besar memiliki konteks yang sama dalam menyikapi ragam situasi saat biker berkendara. Apalagi dengan konteks “BERBELOK” pada edisi ini dimana perhatian penuh harus kita tempatkan paling atas.

Sedangkan dari JDDC sendiri memberikan alternatif pemahaman lain melalui konsep P.L.S. Yaitu Pandangan Aman-Lingkaran Aman-Sikap. Tiga hal ini yang harus dijaga agar biker tidak mendekat dengan resiko kecelakaan di jalan raya, salah satunya di tikungan/belokan maupun persimpangan. Dalam program RIDE LIKE A MASTER dari JDDC  pemahaman konsep PLS ini selalu ditekankan secara serius.

Biker harus tetap berpegangan dalam prosedur berkendara saat berbelok ataupun dalam kondisi lain. Dalam kasus berbelok seperti di bahas dalam artikel ini, biker haruslah memberi perhatian penuh dalam segala kondisi dan situasi.

Jadi sudah tau kan kalo berbelok tidak semudah yang dikira. Ada prosedur yang secara tidak sadar kerap terlupakan. Kini biker bisa lebih berhati-hati saat berbelok di jalan yang ramai. Kerap kita selamat dari kecelakaan hanya karena sebuah keberuntungan semata.

Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Jusripulubuhu
Jusripulubuhu.otojurnalisme.com

Join Date : Senin, 30/01/2017 19:18

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
Elang
Elang
Dhika
Dhika
Mr. OtoMen
Mr. Otome
SW218
Sw218
Jusripulubuhu
Jusripulu
Bagjaisme
Bagjaisme
Cah Bagus
Cah Bagus

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: redaksi@otojurnalisme.com
Facebook
Twitter