logo

bg-h4-whiteKolumnis

Jumat, 22 Dec 2017 | 11:36

Awas! Jarak Pandang Berkurang, Begini Caranya Teknik Berkendara Aman Saat hujan

Penulis : Jusri Pulubuhu
img1

img1

Jusripulubuhu

Jakarta - Kondisi jalan yang licin dan kurangnya visibilitas membuat pengemudi harus ekstra hati-hati.
 
Sebab potensi kecelakaan akan lebih tinggi ketika di musim penghujan. 
 
Meskipun, selain faktor lingkungan, kurangnya pemahaman teknik berkendara juga jadi faktor pemicu. 
 
Misalnya, di saat hujan, cengkraman roda pada permukaan jalan sedikit berkurang.
 
Hal tersebut karena keadaan jalan yang basah.
 
Kondisi seperti itu, akan membuat jarak pengereman semakin panjang.
 
Sehingga kurangnya cengkraman tapak ban ke permukaan jalan membuat mobil atau motor bisa mengalami hilang kendali. 
 
Antisipasi
 
Baik mobil maupun motor harus memperhatikan segala bahaya dan ancaman yang berasal dari enam sisi: atas, bawah, kanan, kiri, depan, dan belakang.
 
Dari atas misalnya, ketika dalam melewati area yang memiliki pohon besar, yang perlu diantisipasi adalah benda yang jatuh dari atas. 
 
Pun begitu dengan area-area lain, seiring minimnya visibilitas saat hujan. 
 
Sebab tidak semua orang berkonsentrasi penuh ketika berkendara saat hujan, jadi segala sudut sisi bisa menjadi sebuah ancaman bagi pengendara.
 
Maka dari itu berikut akan saya sampaikan beberapa teknik berkendara yang aman ketika melaju dengan kendaraan di situasi hujan : 
 
1. Lakukan akselerasi dan deselerasi secara bertahap. Jangan melakukan pengereman secara spontan. 
 
2. Jaga jarak aman dengan kendaraan lain agar bisa mengantisipasi ancaman yang tidak terprediksi. 
 
3. Pahami dan perhatikan keadaan yang terlihat dan terindikasi dapat menjadi sebuah ancaman. Karena dalam konteks ini, segala kemungkinan bisa saja terjadi.
 
4. Dalam keadaan hujan, sangat memungkinkan ada kendaraan yang berlawanan arah secara tiba-tiba melaju tidak pada jalurnya.
 
5. Ketika melihat genangan air yang menutupi seluruh permukaan jalan, segera lakukan perlambatan.
 
Hal ini harus diperhatikan, karena tidak menutup kemungkinan adanya jalan yang berlubang, dan dapat membahayakan pengendara.
 
6. Selalu pelihara komunikasi dengan pengendara lain.
 
Hal ini mengartikan bahwa setiap pengendara harus selalu memberikan indikasi dari awal ke pengendara lain, seperti menyalakan lampu sein ataupun pergerakan lain yang bisa dijadikan kode untuk pengendara lain.
 
7. Segera lakukan perlambatan apabila melihat genangan air. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya 'hydroplaning', atau kondisi saat air terakumulasi di depan ban kendaraan.
 
Serta menghindari terjadinya 'aquaplaning', atau kondisi di mana ban kehilangan traksi pada aspal karena tapak ban yang tidak sanggup membuang air. 
Kolumnis adalah fitur citizen journalism, setiap konten (teks, foto, video dan infografis) menjadi tanggung jawab kolumnis (penulis) itu sendiri. Redaksi Otojurnalisme.com tidak bertanggungjawab atas segala tuntutan dari pihak manapun atas konten yang ditayangkan oleh kolumnis.
SHARE THIS ARTICLE :

Profile

Jusripulubuhu
Jusripulubuhu.otojurnalisme.com

Join Date : Senin, 30/01/2017 19:18

Pojok Kolumnis


ARIPITSTOP
Aripitsto
Elang
Elang
Dhika
Dhika
Mr. OtoMen
Mr. Otome
SW218
Sw218
Jusripulubuhu
Jusripulu
Bagjaisme
Bagjaisme
Cah Bagus
Cah Bagus

Video

logo1

OTOJURNALISME.COM adalah portal berita otomotif pertama di Indonesia yang mengkolaborasikan konten JURNALISTIK dan ulasan para KOLUMNIS yang expert di bidang otomotif
Alamat : Jl. Tanjung Barat Raya No. 11 A Jakarta Selatan - DKI Jakarta - Indonesia
Telp: 021-22701245
email: redaksi@otojurnalisme.com
Facebook
Twitter